Pada tahun 2023, Generasi Z di Indonesia semakin terjerat dalam kerangka digital dan penggunaan sosial media. Sebagai kelompok yang lahir sekitar pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, Generasi Z tumbuh dalam era di mana teknologi dan internet telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, sosial media memainkan peran sentral dalam membentuk perilaku, identitas, dan interaksi sosial mereka. Dalam analisis ini, saya akan mencoba sedikit mengeksplorasi dampak sosial media terhadap Generasi Z di Indonesia, dan berfokus pada aspek-aspek seperti identitas, hubungan sosial, kesehatan mental, dan partisipasi dalam isu-isu sosial.

1. Identitas dan Ekspresi Diri:

Sosial media telah menjadi panggung di mana Generasi Z dapat mengekspresikan identitas mereka dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan platform-platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter, mereka dapat membagikan aspek-aspek kehidupan mereka, termasuk gaya hidup, minat, dan aspirasi. Namun, ada risiko bahwa tekanan untuk menciptakan citra yang sempurna dapat menciptakan ketidakseimbangan antara kehidupan online dan offline.

Penting untuk diingat bahwa keberlanjutan eksistensi online juga dapat menciptakan ekspektasi tak realistis, dan beberapa individu mungkin merasa tertekan untuk terus mempertahankan citra yang dihasilkan. Oleh karena itu, dalam membangun identitas mereka di dunia digital, Generasi Z perlu menyadari pentingnya keaslian dan keseimbangan dalam mengekspresikan diri. Tak jarang banyak Generasi Z yang mengubah kepribadian mereka mengikuti apa yang terjadi di dunia digital sesuai dengan tokoh atau idola yang mereka ikuti.

2. Hubungan Sosial:

Sosial media memainkan peran yang signifikan dalam membentuk dan memelihara hubungan sosial Generasi Z. Mereka dapat terhubung dengan teman-teman mereka, keluarga, dan bahkan orang asing dari seluruh dunia. Namun, pada saat yang sama, perhatian yang terlalu besar pada interaksi online juga dapat mengarah pada isolasi sosial di dunia nyata.

Penting bagi Generasi Z untuk memahami bahwa kualitas hubungan online tidak selalu mencerminkan kualitas hubungan offline. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan dan mengembangkan keterampilan interpersonal yang sehat di kedua dunia.

3. Kesehatan Mental:

Dampak sosial media terhadap kesehatan mental menjadi semakin terlihat di antara Generasi Z. Dorongan untuk mendapatkan validasi dan penerimaan melalui likes dan komentar dapat menjadi sumber stres dan kecemasan. Selain itu, fenomena cyberbullying juga dapat memengaruhi kesehatan mental mereka secara negatif.

Di sisi lain, sosial media juga dapat menjadi sumber dukungan dan pemahaman. Komunitas daring menyediakan platform di mana individu dapat berbagi pengalaman mereka, mendapatkan dukungan, dan meningkatkan kesadaran tentang masalah kesehatan mental. Penting bagi Generasi Z untuk mengembangkan pemahaman yang sehat tentang peran sosial media dalam kehidupan mereka dan mencari bantuan jika mereka merasa kesulitan.

4. Partisipasi dalam Isu Sosial:

Generasi Z di Indonesia, seperti di tempat lain, menunjukkan ketertarikan yang tinggi dalam isu-isu sosial dan politik. Mereka menggunakan sosial media sebagai platform untuk menyuarakan pandangan mereka, mengorganisir gerakan, dan membangun kesadaran tentang isu-isu kritis. Hal ini mencerminkan transformasi positif dalam cara generasi muda berpartisipasi dalam pembentukan masyarakat.

Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua partisipasi dalam isu sosial di sosial media memiliki dampak positif. Terkadang, informasi yang tersebar dapat tidak akurat atau mengaburkan fakta, dan diskusi online dapat menjadi tidak sehat. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan literasi digital yang kuat dan berpartisipasi secara bertanggung jawab.

5. Pemberdayaan dan Akses Informasi:

Sosial media memberikan Generasi Z akses tanpa batas ke informasi dan peluang. Mereka dapat mengakses berita, mendapatkan pandangan dunia yang beragam, dan terlibat dalam diskusi global. Selain itu, platform seperti YouTube dan Instagram memungkinkan mereka untuk membangun keterampilan kreatif mereka dan bahkan menghasilkan pendapatan.

Namun, perlu diperhatikan bahwa sifat tanpa batas informasi ini juga dapat menjadi double-edged sword. Kemampuan untuk memilah informasi yang benar dan relevan dari yang tidak benar dan bias menjadi keterampilan penting. Oleh karena itu, pendidikan digital dan literasi media menjadi sangat penting bagi Generasi Z.

Oleh karenanya sosial media memiliki pengaruh yang signifikan pada Generasi Z di Indonesia pada tahun 2023. Sementara platform ini menyediakan peluang besar untuk ekspresi diri, koneksi sosial, dan partisipasi dalam isu-isu kritis, penting untuk diingat bahwa penggunaan yang tidak bijak juga dapat membawa risiko. Generasi Z perlu mengembangkan pemahaman yang sehat tentang penggunaan sosial media, melibatkan diri secara positif, dan menjaga keseimbangan antara dunia online dan offline. Dengan kesadaran yang baik, Generasi Z dapat memaksimalkan potensi positif sosial media sambil mengelola risiko yang mungkin timbul.

Apalagi menyambut pesta demokrasi tahun 2024 dimana menurut data ada sekitar lebih dari 50% pemilih nanti merupakan generasi milenial dan generasi Z yang baru memiliki kesempatan pertama dalam memilih. Diperlukan kemampuan untuk memilih konten-konten sosial media apakah yang sesuai dengan kenyataan dan bukan ikut menyebarkan hoax.


Leave a comment